Mengenal Asal Usul Karpet Merah

Ketika mendengar kata Red carpet atau Karpet merah, pasti yang ada di benak anda adalah pertunjukan fashion show, penghargaan piala oscar atau Academy awards, dan pesta besar. Suasana mewah dan flash dari kamera berada dimana-mana, serta pria dan wanita yang berjalan di atasnya seperti bintang papan atas. Selain untuk perayaan, karpet merah juga biasa digunakan untuk menyambut orang penting. Misalnya, Pejabat negara dan tamu presiden.

Karpet merah dan kamera tidak dapat dipisahkan dengan fashion yang dikenakan oleh para bintang yang berjalan diatas karpet merah. Salah satu contohnya adalah ketika aktris  Elizabeth Hurley, model dari negara Inggris yang tiba di karpet merah mengenakan gaun Versace. Ketika dia menemani Hugh Grant ( pasangannya ), dalam pemutaran perdana Four weddings and Funeral pada tahun 1994. 

Sampai saat ini, gaun tersebut dikenal dengan nama that dress. Gaun tersebut disatukan oleh beberapa peniti emas berukuran besar. Mulai pada tahun 1990, film, musik, dan mode tidak dapat dipisahkan. Red carpet seperti ajang untuk menunjukkan gaun terbaik para bintang. Hal ini juga membuat Red carpet istimewa dan spesial untuk diabadikan. 

Karpet merah pertama kali digunakan pada tahun 1922 saat pemutaran perdana film Robin Hood. Pemilik teater Egyptian Los Angeles, Sid Grauman memutuskan untuk menggunakan karpet merah saat acara pemutaran perdana film tersebut. Pemilik teater tersebut meminta pegawainya untuk meletakkan karpet merah di bagian luar teater Hollywood Boulevard. Mengapa harus meletakkan karpet merah? Karena pada tanggal 18 Oktober 1922 film Robin Hood adalah pemutaran perdana film pertama kali di Dunia.

Kemudian pemutaran perdana film lainnya juga mulai menggunakan karpet merah untuk menyambut tamu undangan dan pemain film. Pada tahun 1961 karpet merah juga digunakan bagi organisasi sineas yang memberikan penghargaan oscars atau penghargaan film di Amerika.

Dan ternyata karpet merah telah digunakan istri seorang raja untuk menyambut suaminya yang baru pulang dari perang pada zaman Yunani kuno.

Mengapa Harus Warna Merah? 

Warna merah adalah warna yang sudah lama dihubungkan dengan gengsi, keluarga kerajaan, dan aristokrasi atau bentuk pemerintahan yang berada di tangan kelompok kecil. Warna merah gelap adalah warna yang paling dihargai, karena pembuatannya yang sulit dan paling mahal, sehingga memiliki nilai ekspor yang sangat tinggi. Warna merah juga disimbolkan sebagai kekayaan dan kehormatan. Maka dari itu karpet merah dianggap sebagai barang yang mewah dan menggambarkan status tinggi. Tetapi karpet merah warnanya bukan benar-benar merah, melainkan keunguan atau dikenal dengan burgundy.

Cara Membersihkan Karpet Merah

Cara membersihkan karpet merah menurut salah satu jasa Cuci Karpet Sidoarjo tidak jauh beda dengan karpet biasa. Yaitu dengan cara berikut:

1. Vacuum cleaner

Hal pertama yang harus dilakukan ketika membersihkan karpet adalah mengangkat debu. Karena karpet merah ukurannya panjang, tidak memungkinkan jika mengangkat debu secara manual, anda dapat menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkannya.

2. Cuci dengan teknik menggantung

Teknik ini mempermudah anda dalam mencuci karpet, Karena tidak perlu membungkuk untuk mencucinya.

3. Cuci dengan teknik semprot

Teknik ini bermanfaat untuk mengeluarkan debu-debu yang tersisa di sela-sela karpet.

4. Gunakan sabun khusus karpet

Hal ini disarankan agar bahan karpet anda tidak rusak.

5. Bilas dua kali

Hal ini disarankan agar tidak ada sabun yang tersisa di sela-sela karpet.

6. Jemur di tempat yang sejuk

Hindari menjemur di bawah paparan matahari langsung, karena dapat merusak kain dan memudarkan warna karpet.